PENGGUNAAN KANTONG PLASTIK DAN DAMPAKNYA TERHADAP LINGKUNGAN part 9

2.5.4  Saluran Kampanye

 

Klingemann dan Rommele (2002) dalam buku Manajemen Kampanye menyebutkan saluran kampanye sebagai segala bentuk media yang digunakan untuk menyampaikan pesan kepada khalayak.

Dalam kampanye komunikasi, media massa cenderung ditempatkan sebagai saluran komunikasi utama karena media ini dapat  meraih  massa  dalam  jumlah  besar.  Selain  itu,  media massa juga memiliki kemampuan untuk mempersuasi khalayak.

Terdapat tahapan untuk melakukan kampanye komunikasi melalui suatu media yaitu memberitahu, menginformasikan, mengajak dan mengingatkan.

2.6   Penyelesaian Masalah

Beberapa lembaga pecinta lingkungan seperti Green Peace dan Aku Ingin Hijau, di situs mereka sendiri telah sering membahas dampak buruk sampah kantong plastik terhadap lingkungan bahkan telah memberikan  solusi  yang  digagas  oleh  mereka  sendiri.  Diantaranya Bring Your Own Bag yaitu menghimbau kepada masyarakat agar membawa tas sendiri ketika berbelanja yang dapat dipakai berulang kali. Tetapi hal ini tidak efektif karena hanya dikampanyekan di situs mereka sendiri, sehingga hanya orang-orang tertentu saja yang membaca. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) pun bekerja sama dengan HMTL-ITB telah mengkampanyekan anti plastic bag di kota Bandung pada tahun 2010.

Situs kampanye anti kantong plastik oleh HMTL ITB dan WALHI (Sumber: HMTL-ITB)

Kampanye yang dilakukan oleh lembaga lingkungan hidup belum efektif, sehingga penggunaan kantong plastik di kalangan masyarakat terutama ibu rumah tangga masih sangat tinggi. Kampanye yang dilakukan oleh beberapa lembaga lingkungan seperti yang telah disebutkan sebelumnya memang sangat baik dan telah menyediakan beberapa solusi yang ditawarkan tetapi kampanye tersebut hanya dilakukan di situs-situs mereka sendiri atau di situs-situs yang berhubungan dengan lingkungan hidup, sementara saat ini yang paling banyak menggunakan kantong plastik adalah ibu rumah tangga, maka sangat kecil kemungkinan untuk dibaca oleh ibu rumah tangga. Seperti dikutip dari simpuldemokrasi.com, 12 Nopember 2010, menurut Zaerina sebagai  ibu  rumah  tangga  mengakui  bahwa  internet  tidak  begitu populer di kalangan ibu rumah tangga apalagi bagi ibu rumah tangga kalangan menengah ke bawah karena tidak memiliki kesempatan untuk mempelajarinya, ibu rumah tangga pada kalangan ini sangat jarang bahkan tidak pernah membaca  artikel atau melakukan  searching  di internet kecuali ibu rumah tangga yang memang membutuhkan internet sebagai fasilitas kerja atau untuk bisnis.

Selain itu, poster kampanye yang dibuat sulit dimengerti oleh orang awam, objek yang dibuat tidak menyerupai kantong plastik yang umum digunakan karena warnanya putih padahal kantong plastik yang paling sering digunakan oleh ibu rumah tangga adalah kantong plastik hitam. Kampanye tersebut pun tidak terdengar lagi saat ini sehingga masyarakat yang sudah mengetahui dan awalnya mencoba menjadi kembali lagi pada kebiasaan semula.

Berdasarkan kepada data yang telah didapatkan, maka diperlukan suatu   solusi   yang   tepat   agar   ibu   rumah   tangga   mengurangi penggunaan kantong plastik, salah satunya dengan melakukan kampanye untuk mengajak masyarakat terutama ibu rumah tangga untuk mengurangi penggunaan kantong plastik dengan upaya yang dapat dilakukan diantaranya memakai ulang kantong plastik dengan cara menyimpan kantong plastik yang telah digunakan, membawa kantong plastik sendiri ketika berbelanja, menghindari menggunakan kantong plastik jika memang sebenarnya tidak terlalu membutuhkan dan dapat digantikan dengan cara lain atau jika hanya membeli sedikit dan memungkinkan untuk dibawa tanpa menggunakan kantong plastik. Upaya lain yang dapat dilakukan adalah membawa tas sendiri yang dapat  dipakai  berulang  kali  ketika  berbelanja  sehingga  tidak  perlu memakai atau meminta kantong plastik.

baca juga : http://plastikvacuum.mesinkemasplastik.com/