<!--:en-->Myths and Facts  on Aerated Lightweight Concrete<!--:--><!--:id-->Mitos dan Fakta tentang Beton Ringan Aerasi<!--:-->

Myths and Facts on Aerated Lightweight ConcreteMitos dan Fakta tentang Beton Ringan Aerasi

mitos-dan-fakta

Many people are unwilling to use aerated lightweight concrete, and one of the reasons of their unwillingnfess is because they believe these myths.

1. MYTH: Aerated concrete is easy to break apart
FACT: When it is correctly installed, aerated lightweight concrete is difficult to break apart. Burglars are unlikely to break into the house by breaking a wall, they manipulate the door keys or  force to open the windows instead.

2. MYTH: Not suitable for outer walls
FACT: If you use this material for outer walls, the surfaces must be covered with plaster and white cement for protection against the weather.

3. MYTH: Don’t use it to construct bathroom walls
FACT: For usage in a wet or humid area, you should add a waterproof layer on top of the sloof blocks. This layer is a mixture of cement and water in 1:3 proportion. The height of this layer should be at least 1m.

4. MYTH: Tidak tahan terhadap air.
FACT: One of the reasons this myth arises is the fact that aerated lightweight concrete has pores and people assume that this material keeps the water in it. This assumption is not true. Although it has a large amount of pores, aerated lightweight concrete is non absorbant. This is due to the fact that the pores within the concrete are separated. There is no interconnection between each pore and this means water won’t be absorbed into this material.

mitos-dan-fakta

Banyak orang enggan menggunakan material beton ringan aerasi, salah satunya karena adanya mitos seputar material ini.

1. MITOS: Beton ringan aerasi mudah dibongkar.
FAKTA: Jika pemasangannya benar, dinding dari beton ringan aerasi sulit dibongkar. Pencuri masuk ke dalam rumah bukan dengan cara membongkar dinding melainkan membobol kunci pintu atau jendela.

2. MITOS: Tidak cocok untuk dinding luar.
FAKTA: Jika akan digunakan di bagian luar, permukaan dinding harus diplester dan diaci. Plesteran dan acian berfungsi sebagai pelindung.

3. MITOS: Jangan menggunakan untuk dinding kamar mandi
FAKTA : Untuk pemakaian di tempat basah dan lembab, hendaknya di atas balok sloof dibuat lapisan trasram (lapisan kedap air) dari campuran semen dan pasir dengan perbandingan 1:3. Ketinggian trasram setidaknya sekitar 1 m.

4. MITOS: Tidak tahan terhadap air.

FAKTA : Salah satu penyebab adanya mitos ini karena beton ringan aerasi berpori sehingga terlihat bisa menyimpan air. Padahal, faktanya tidak demikian. Meskipun berpori banyak, beton ringan aerasi memiliki daya serap air yang rendah. Hal ini disebabkan pori-pori di dalam inti beton berdiri sendiri. Masing-masing pori tidak saling berhubungan sehingga air tidak mudah merembes ke dalam material ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *