Beton Ringan Aerasi : Alternatif solusi mengurangi resiko gempa bumi




Indonesia adalah salah satu negara yang paling banyak kemungkinan terjadinya gempa bumi. Kepulauan Indonesia terbentuk di sepanjang garis pergeseran antara lempengan tektonik Australia dan Pasific. Pergeseran antara kedua lempengan tektonik tersebut kerap menimbulkan terjadinya gempa bumi Tektonik.

Disamping itu, di Indonesia juga terdapat lebih dari 400 gunung berapi, dimana 100 diantaranya masih aktif dan dapat menyebabkan terjadinya gempa bumi Vulkanik. Fakta tercatat, Indonesia mengalami tiga kali getaran dalam sehari, gempa bumi sedikitnya satu kali dalam sehari dan sedikitnya satu kali letusan gunung berapi dalam setahun.

Prinsip-prinsip Perencanaan Tahan Gempa.

Sebagai suatu negara yang beresiko tinggi terhadap bahaya gempa bumi maka pembangunan rumah dan gedung di Indonesia harus memenuhi prinsip-prinsip perencanaan tahan gempa.

Daktilitas.

Rumah dan gedung dan semua unsur penahan gempa harus direncanakan dan diberi pendetailan sedemikian rupa sehingga berperilaku secara daktail. Suatu struktur bangunan dapat dianggap daktail apabila memenuhi syarat-syarat dan direncanakan menurut prinsip-prinsip perencanaan kapasitas sesuai dengan pedoman perencanaan yang telah ditetapkan.

Konfigurasi bentuk bangunan.

Konfigurasi bentuk bangunan baik secara horizontal maupun secara vertical sejauh keadaan memungkinkan hendaknya diletakkan sesimetris mungkin terhadap pusat massa dari bangunan tersebut. Hal ini untuk menghindari terjadinya pemusatan gaya gempa pada titik-titik tertentu pada struktur bangunan.

Diafragma dan ikatan lantai.

Sistem ikatan horizontal atau diafragma pada tiap-tiap lantai tingkat harus direncanakan untuk membagi beban-beban geser tingkat akibat gempa kepada unsur-unsur penahan gempa dalam tingkat itu sebanding dengan kekakuan lateral masing-masing.

Hubungan dinding antar lantai dan atap.

Dinding-dinding beton dan dinding pasangan harus dijangkarkan kepada semua lantai dan atap, yang diperlukan untuk menghasilkan dukungan atau stabilitas horizontal kepada dinding-dinding tersebut.

Hubungan antar pondasi.

Pondasi-pondasi setempat dari suatu gedung harus saling berhubungan dalam dua arah yang pada umumnya saling tegak lurus oleh unsur-unsur penghubung yang direncanakan terhadap gaya aksial tarik dan tekan sebesar 10 % dari beban vertikal maksimum pada pembebanan dengan gempa pada salah satu pondasi yang dihubungkan.

Bobot yang ringan.

Beton ringan aerasi Hebel yang diproduksi dengan teknologi Jerman adalah salah satusolusi untuk mengurangi resiko dari bencana gempa bumi. Karena bobotnya yang ringan maka gaya gempa yang diterima bangunan akan jauh berkurang.

Hal ini terjadi karena besarnya gaya gempa yang diterima suatu bangunan tergantung dari besarnya percepatan gempa dan berat total dari bangunan itu sendiri. Semakin berat suatu bangunan maka semakin besar pula gaya gempa yang akan terjadi pada bangunan tersebut

F = m . a

F  = besarnya gaya gempa yang diterima

m = massa atau berat total bangunan

a  = percepatan gempa

Kekuatan yang relatif seragam di segala arah.

Pada saat terjadinya gempa bumi, dinding bangunan tidak hanya menerima beban vertikal, tetapi juga akan menerima beban horizontal ataupun diagonal. Blok beton ringan aerasi Hebel yang direkatkan dengan perekat tipis seperti Prime Mortar PM - 100 memiliki kekuatan yang relatif seragam di segala arah dibandingkan dengan pasangan dinding batu bata.

Hal ini membuat dinding Hebel memiliki ketahanan yang lebih baik pada saat terjadinya gempa bumi. Di bawah diperlihatkan perbandingan kekuatan antara dinding Hebel dengan dinding batu bata yang ditinjau dari arah vertikal, horizontal dan diagonal.

Ketahanan terhadap kebakaran.

Gempa bumi sering kali diikuti oleh terjadinya bahaya kebakaran. Hal ini terjadi karena pada saat terjadinya gempa bumi, besar kemungkinan terjadinya kompor, lilin atau lampu penerangan yang terjatuh, terjadinya sambungan arus pendek pada instalasi listrik dan lain sebagainya yang dapat memicu terjadinya kebakaran.

Dibandingkan dengan alternatif bahan ringan lainnya seperti kayu, beton ringan aerasi Hebel memiliki ketahanan terhadap kebakaran yang jauh lebih baik. Di beberapa negara penggunaan beton ringan aerasi Hebel dapat mengurangi biaya polis asuransi kebakaran.

Sejak lama beton ringan aerasi Hebel telah digunakan di daerah rawan gempa seperti di Jepang, Turki dan Mexico. Beton Ringan Aerasi Hebel terbukti di banyak negara menjadi salah satu solusi terbaik untuk mengurangi resiko dari bahaya gempa bumi.

Print Friendly


Tips & Trik Lainnya


Mesin Kemasan Plastik MurahMesin Kemasan Cup Sealer Murah
Bakpia Khas JogjaBakpia Khas Jogja
Mesin Kemasan PlastikMesin Kemasan Plastik